Perkuat Komitmen Perjuangan Masyarakat Adat, AMAN Lobar Gelar Pendidikan Kader

Kader Pemula AMAN dididik kuatkan komitmen berjuang dalam melawan tantangan. DOk. AMAN Lombok Barat.

Oleh M. Ihsan

AMAN NTB – Pengurus Daerah (PD) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Lombok Barat menggelar pendidikan kader pemula di Hotel Bumi Aditya, Desa Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Sebanyak 18 orang kader perwakilan dari komunitas Masyarakat Adat Karang Bage’an, Mondok, Medain, Kahuripan, Karang Bayan dan Gerung. Mengikuti kegiatan tersebut yang berlangsung selama dua hari, mulai hari Sabtu sampai dengan hari Minggu tanggal 9-10 Maret 2024.

Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk memperkuat komitmen perjuangan masyarakat adat di tengah tantangan yang semakin rumit. Kesulitan dapat ditekan dengan pengetahuan substansi dari perjuangan AMAN agar menjadi kader yang berdaulat.

Ketua Pelaksana Harian (PH) AMAN NTB, Lalu Prima Wira Putra mengatakan bahwa menjadi kader AMAN membutuhkan keberanian lebih. Menjadi kader AMAN memiliki tantangan dan kesulitan tersendiri karena harus memiliki komitmen berjuang bersama masyarakat adat.

Baca juga : AMAN NTB Gelar Sosialisasi Pendidikan Sekolah Adat sebagai Kekuatan Masyarakat Adat

“Jadi kader AMAN harus berani karena memiliki tantangan dari sisi kedaulatan sebagai warga negara, sisi kemandirian secara ekonomi, serta sisi kemartabatannya secara budaya,” ujar Prima.

Lebih jauh, Prima menyampaikan masyarakat adat sampai hari ini masih tidak begitu diperhitungkan oleh pemerintah. Undang-Undang perlindungan masyarakat adat sampai sejauh ini belum disahkan.

“Sudah 78 tahun lebih negara ini merdeka, namun undang-undang perlindungan masyarakat adat belum juga diketuk. Seolah-olah masyarakat adat menjadi bagian yang kurang begitu diperhitungkan oleh pemerintah,” ungkap Prima.

Prima mengingatkan tentang begitu kaya nya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini yang memiliki begitu banyak sumberdaya. Mulai dari hamparan laut yang luas, gunung-gunung yang menjulang tinggi, hingga nilai-nilai adat budaya yang ditinggalkan oleh para leluhur.

“Katanya tanah kita kaya raya, tongkat kayu dan batu bisa jadi tanaman, tapi kenapa sampai hari ini masih banyak yang tidak bisa menikmatinya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Harian Pengurus Daerah AMAN Lombok Barat, Safwan AR, menyatakan bahwa pendidikan kader pemula ini dilaksanakan untuk memperkuat regenerasi di setiap komunitas adat yang ada di Kabupaten Lombok Barat. Hal ini juga untuk memberikan pengetahuan bagi para kader tentang AMAN.

“Ini untuk mendorong terjadinya regenerasi serta mampu meneruskan cita-cita besar AMAN dari tingkat lokal hingga bahkan nasional,” kata Safwan, yang juga seorang dalang kesenian wayang kulit.

Peserta pendidikan kader AMAN Lombok Barat,

Lebih lanjut, Safwan juga menyampaikan bahwa dengan adanya pendidikan kader pemula ini dapat memberikan dampak positif bagi setiap komunitas yang diwakili. Oleh sebab itu, penting sekali memahami materi-materi yang diberikan oleh para narasumber.

“Para peserta harus paham tentang apa AMAN itu, jadi hal ini bisa mendorong para kader memberikan dampak positif bagi komunitas baik itu dibidang ekonomi, budaya, politik bahkan hingga teknologi informasi,” ungkap Safwan.

Safwan berharap agar para peserta yang mengikuti pendidikan kader pemula ini dapat menjadi generasi yang kritis serta mampu menjaga nilai-nilai budaya yang ada.

“Semoga generasi ini dapat menjadi generasi yang kritis terhadap berbagai hal serta mampu menjadi perisai bagi ketidakadilan terhadap masyarakat adat,” pungkasnya.

Raden Mohammad Rais selaku Ketua Dewan PD AMAN Lombok Barat mengapresiasi PD AMAN Lombok Barat yang telah melaksanakan kegiatan pendidikan kader pemula. Kegiatan seperti ini sangat penting dilaksanakan untuk mengenal dan mengetahui tentang organisasi.

“Terima kasih kepada pengurus AMAN Lombok Barat yang sudah memfasilitasi bagi para peserta untuk mengenal apa itu AMAN,” ungkap Raden Mohammad Rais.

*
Penulis adalah Jurnalis Masyarakat Adat Lombok Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *